Latest Post

Ketua PNA Tewas Dianiaya

Written By Unknown on Sabtu, 08 Februari 2014 | 19.18

Lhokseumawe | Visi.com -  Juwaini (35), Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh (DPK PNA) Kutamakmur, Aceh Utara, tewas setelah dianiaya dua pria bersepeda motor di kawasan Desa Lam Kuta, kecamatan setempat, Kamis (6/2) sekitar pukul 01.30 WIB. Kedua pelaku disebut-sebut kader partai lokal di kawasan itu, namun pihak partai menduga pelakunya justru simpatisan, bukan kader mereka.

Pihak keluarga baru mengetahui korban sudah tak lagi bernyawa ketika tiba di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara di Kota Lhokseumawe pada pukul 05.00 WIB. Lalu jasad korban dibawa ke RSU Cut Meutia Aceh Utara untuk divisum.

Usai divisum, jenazah korban dibawa ke rumah istri pertamanya di Desa Ceumeucet, Kecamatan Kutamakmur. Amatan Serambi kemarin, puluhan warga, termasuk sejumlah pengurus PNA, memadati rumah duka. 

Ketua DPW PNA Aceh Utara, Misbahul Munir yang ditanyai Serambi di rumah duka menyebutkan, kasus tewasnya Juwaini berawal ketika ayah enam anak itu hendak pulang dari warung kopi yang tak jauh dari rumahnya istri keduanya di Desa Lam Kuta. 

Tiba-tiba ke warung itu datang dua pria mengendarai sepeda motor (sepmor) jenis RX King dan langsung memintanya untuk berdiri. Saat itu Juwaini sedang duduk dengan temannya, Bakhtiar. Tapi begitu Juwaini diperintah berdiri, Bakhtiar langsung lari. Tinggallah Juwaini sendirian bersama pemilik warung. 

“Dari jauh Bakhtiar menyaksikan dua pria yang naik sepeda motor itu memukul Juwaini. Mereka juga sempat adu mulut. Tapi Bakhtiar tidak tahu pasti apa yang mereka sampaikan. Yang jelas, pelakunya preman piaraan Partai Aceh. Bakhtiar dan saya kenal pelakunya,” ungkap Misbahul Munir. 

Masih menurut Misbahul, karena tak tahan lagi dikeroyok, korban akhirnya lari dan menghubungi dirinya via handphone sekitar pukul 02.30 WIB. Korban minta diantar ke rumah sakit. “Tapi pada malam kejadian jaringan HP terganggu, sehingga baru sekitar pukul 03.00 WIB korban baru bisa saya bawa ke Rumah Sakit PMI Lhokseumawe. Namun, setiba di rumah sakit korban mengembuskan napas terakhir,” kata Misbahul.

Sempat melihat tubuh korban, Misbahul menyatakan di tubuh dan kepala korban terdapat luka gores. Lalu jasad korban dibawa ke rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara untuk divisum. Setelah itu baru dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan.

Ia menduga, kasus seperti itu terjadi lagi karena kasus-kasus yang menimpa kader PNA selama ini tidak diusut tuntas. “Sudah banyak kasus yang kita lapor ke polisi, tapi tak ada yang terungkap. Jika ini terus dibiarkan oleh aparat penegak hukum, maka akan berdampak buruk nantinya terhadap keamanan daerah menjelang pemilu,” katanya.

Misbahul mendesak supaya polisi mengusut tuntas kasus ini supaya tak terulang lagi ke depan, apalagi polisi sudah mengetahui nama kedua pelaku. “Sudah cukuplah satu korban, kita berharap polisi tidak tinggal diam lagi,” Misbahul berharap.

Sampai jenazah korban dikebumikan kemarin siang, belum jelas apa sebab dua pria bersepeda motor itu mendatangani Juwaini di warung kopi, menyuruhnya berdiri, kemudian memukulnya. Sebuah sumber menduga, kasus itu ada kaitan dengan diturunkannya bendera PA di kawasan itu beberapa jam sebelumnya. | Sumber Serambi 

Varitas Unggul

Written By Unknown on Selasa, 28 Januari 2014 | 01.19

1 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 21 Batipuah 2012
2 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 22 2012
3 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 23 Bantul 2012
4 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 24 Gabusan 2012
5 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 25 Opak Jaya 2012
6 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 26 2012
7 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 27 2012
8 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 28 Kerinci 2012
9 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 29 Rendaman 2012
10 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 30 Ciherang Sub 1 2012

Teknologi Nusantara di Bidang Pertanian

Kali ini saya akan membahas tentang perkembangan teknologi pertanian yang ada di indonesia, alat – alat yang di gunakan dari yang sederhana sampai yang modern sekarang ini. 

Perkembangan teknologi pertanian di Indonesia sebenarnya sudah sangat lama, berbagai alat pertanian seperti cangkul, garu, waluku (alat bajak), sabit, hingga ani-ani mungkin bisa dijadikan contoh teknologi pertanian yang pada zamannya sangat membantu kehidupan petani. 

Sejak manusia mengembangkan mesin-mesin pertanian, perlahan tapi pasti, teknologi pertanian yang sederhana mulai ditinggalkan karena dianggap tidak produktif. Penggunaan handtractor, tressure, hingga penggilingan padi dapat kita temui di berbagai pedesaan di Indonesia.

Bajak sawah Zaman Dulu

Weluku atau Garu  adalah sejenis alat yang di gunakan para petani Tegal jaman dulu,untuk  membajak atau  mengolah tanah  sawah mereka sebelum di Tanami ,dengan cara membalik tanahnya. Hal ini di maksudkan agar kesuburan tanah sawah tersebut  tetap terjaga.

Bentuk weluku / garu ini berbentuk segitiga dan cara kerjanya selain  di bantu oleh  hewan kerbau untuk menarik weluku atau garu tersebut sambil si pembajak melantunkan lagu2 jawa  atau sholawatan supaya kerbau terebut menuruti perintahnya.
Berdasarkan falsafah jawa alat yang bernama weluku/ garu ini pertama di kenalkan oleh Kanjeng Sunan Kali Jaga. 

Dengan di iringi perkembangan jaman alat tersebut  jadi barang langka dan di ambang kepunahan dengan hadirnya peralatan modern sejenis traktor. Menurut petani ada perbedaan , jika membajak sawah menggunakan  alat tradisional dan prosesnya lama tetapi tanaman lebih subur dan jarang terkena hama,tetapi jika menggunakan alat modern /Traktor memang lebih cepat tapi untuk kwalitas tanaman akan lebih mudah terkena  hama.tapi apa boleh di kata ,kini para petani harus mengikuti perkembangan jaman

Botani Tanaman Padi

Berdasarkan literatur Grist (1960), padi dalam sistematika tumbuhan diklasifikasikan ke dalam Divisio Spermatophyta, dengan Sub divisio Angiospermae, termasuk ke dalam kelas Monocotyledoneae, Ordo adalah Poales, Famili adalah Graminae, Genus adalah Oryza Linn, dan Speciesnya adalah Oryza sativa L.


Menurut D.Joy dan E.J.Wibberley, tanaman padi yang mempunyai nama botani Oryza sativa dan dapat dibedakan dalam dua tipe, yaitu padi kering yang tumbuh di lahan kering dan padi sawah yang memerlukan air menggenang dalam pertumbuhan dan perkembangannya Genus Oryza L. meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar di daerah tropik dan sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika, dan Australia.

Tradisi Masyarakat Bertani

Written By Unknown on Senin, 27 Januari 2014 | 05.36

Dalam sejarahnya hingga hari ini, pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Aceh , selain beberapa bidang pekerjaan lainnya, seperti peternakan, perikanan (darat dan laut), perdagangan.

Selain kepemilikan pribadi, ada pula mekanisme kepemilikan tanah pertanian (sawah/ladang) bersama yang disebut miliki atau budel, di mana pengelolanya (bisanya kerabat dalam keluarga luas) berhak mengelolanya secara bergantian. Tanah pertanian dengan pengelolaan sejenis ini umumnya merupakan tanah warisan.

Pupuk hijau

Secara umum, hampir semua jenis tanaman bisa dijadikan sumber pupuk hijau. Namun sebaiknya gunakan tanaman yang memiliki kandungan humus total tinggi, kandungan nitrogen tinggi dan rasio C/N (nisbah karbon terhadap nitrogen) rendah.

Pakar agroekosistem Cheryl A Palm, menerangkan bahwa pupuk hijau yang berkualitas tinggi memiliki kandungan nitrogennya lebih dari 2,5%, kandungan lignin kurang dari 15% dan kandungan polifenol kurang dari 4%.

Tanaman dengan karakteristik seperti itu akan mudah terurai di dalam tanah dan unsur nitrogennya bisa diserap tanaman dengan mudah. Apabila kandungan lignin dan polifenol tinggi akan membutuhkan lebih banyak nitrogen dalam proses pelapukannya. Sehingga berpotensi untuk bersaing dengan tanaman inti. Berikut ini beberapa jenis tanaman yang biasa dijadikan sumber pupuk hijau.

Jenis Pupuk

Pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari dekomposisi sisa tanaman. Dalam dunia pertanian, pupuk hijau kembali dilirik sebagai sumber bahan organik potensial mengingat lahan pertanian dewasa ini telah mengalami degradasi. Hal ini disebabkan oleh hilangnya bahan organik dalam tanah karena penggunaan pupuk kimia secara massif

Berdasarkan laporan BBSDLP (2006), kadar bahan organik pada lahan-lahan pertanian di Indonesia kurang dari 1%. Padahal lahan pertanian yang baik idealnya memiliki kandungan bahan organik 3-5%.
 
Sama seperti jenis pupuk organik lainnya, pupuk hijau memilki kemampauan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penggunaan pupuk hijau dalam pertanian, membantu lingkungan mempertahankan siklus ekologinya. Karena pada saat panen, sebagian biomassa tetap berada di lahan dan dipergunakan lagi untuk musim tanam berikutnya. Sehingga asupan luar dalam produksi pertanian bisa ditekan serendah mungkin.
gif maker
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. VISI.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger