Ketua PNA Tewas Dianiaya
Petani Jagung Sukses
Varitas Unggul
Teknologi Nusantara di Bidang Pertanian
Sejarah Padi

Ketua PNA Tewas Dianiaya
Lhokseumawe | Visi.com - Juwaini (35), Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Ac...

Petani Jagung Sukses
Alkisah .. Di negeri Amerika terdapat petani yg menanam jagung unggulan dan seringkali memenang...

Varitas Unggul
1 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 21 Batipuah 2012 2 Tanaman Pangan Padi Sawah Inpari 22 2012...

Teknologi Nusantara di Bidang Pertanian
Kali ini saya akan membahas tentang perkembangan teknologi pertanian yang ada di indonesia, al...

Sejarah Padi
Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam pera...
index
HEADLINE
Ketua PNA Tewas Dianiaya
08 Feb 2014Lhokseumawe | Visi.com - Juwaini (35), Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Ac... Read more
- Varitas Unggul
- Teknologi Nusantara di Bidang Pertanian
- Bajak sawah Zaman Dulu
- Botani Tanaman Padi
Latest Post
Ketua PNA Tewas Dianiaya
Written By Unknown on Sabtu, 08 Februari 2014 | 19.18
Lhokseumawe | Visi.com - Juwaini (35), Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Nasional Aceh
(DPK PNA) Kutamakmur, Aceh Utara, tewas setelah dianiaya dua pria
bersepeda motor di kawasan Desa Lam Kuta, kecamatan setempat, Kamis
(6/2) sekitar pukul 01.30 WIB. Kedua pelaku disebut-sebut kader partai
lokal di kawasan itu, namun pihak partai menduga pelakunya justru
simpatisan, bukan kader mereka.
Pihak keluarga baru mengetahui
korban sudah tak lagi bernyawa ketika tiba di Rumah Sakit Palang Merah
Indonesia (PMI) Aceh Utara di Kota Lhokseumawe pada pukul 05.00 WIB.
Lalu jasad korban dibawa ke RSU Cut Meutia Aceh Utara untuk divisum.
Usai
divisum, jenazah korban dibawa ke rumah istri pertamanya di Desa
Ceumeucet, Kecamatan Kutamakmur. Amatan Serambi kemarin, puluhan warga,
termasuk sejumlah pengurus PNA, memadati rumah duka.
Ketua DPW
PNA Aceh Utara, Misbahul Munir yang ditanyai Serambi di rumah duka
menyebutkan, kasus tewasnya Juwaini berawal ketika ayah enam anak itu
hendak pulang dari warung kopi yang tak jauh dari rumahnya istri
keduanya di Desa Lam Kuta.
Tiba-tiba ke warung itu datang dua
pria mengendarai sepeda motor (sepmor) jenis RX King dan langsung
memintanya untuk berdiri. Saat itu Juwaini sedang duduk dengan temannya,
Bakhtiar. Tapi begitu Juwaini diperintah berdiri, Bakhtiar langsung
lari. Tinggallah Juwaini sendirian bersama pemilik warung.
“Dari
jauh Bakhtiar menyaksikan dua pria yang naik sepeda motor itu memukul
Juwaini. Mereka juga sempat adu mulut. Tapi Bakhtiar tidak tahu pasti
apa yang mereka sampaikan. Yang jelas, pelakunya preman piaraan Partai
Aceh. Bakhtiar dan saya kenal pelakunya,” ungkap Misbahul Munir.
Masih
menurut Misbahul, karena tak tahan lagi dikeroyok, korban akhirnya lari
dan menghubungi dirinya via handphone sekitar pukul 02.30 WIB. Korban
minta diantar ke rumah sakit. “Tapi pada malam kejadian jaringan HP
terganggu, sehingga baru sekitar pukul 03.00 WIB korban baru bisa saya
bawa ke Rumah Sakit PMI Lhokseumawe. Namun, setiba di rumah sakit korban
mengembuskan napas terakhir,” kata Misbahul.
Sempat melihat tubuh
korban, Misbahul menyatakan di tubuh dan kepala korban terdapat luka
gores. Lalu jasad korban dibawa ke rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh
Utara untuk divisum. Setelah itu baru dibawa pulang ke rumah duka untuk
dikebumikan.
Ia menduga, kasus seperti itu terjadi lagi karena
kasus-kasus yang menimpa kader PNA selama ini tidak diusut tuntas.
“Sudah banyak kasus yang kita lapor ke polisi, tapi tak ada yang
terungkap. Jika ini terus dibiarkan oleh aparat penegak hukum, maka akan
berdampak buruk nantinya terhadap keamanan daerah menjelang pemilu,”
katanya.
Misbahul mendesak supaya polisi mengusut tuntas kasus ini
supaya tak terulang lagi ke depan, apalagi polisi sudah mengetahui nama
kedua pelaku. “Sudah cukuplah satu korban, kita berharap polisi tidak
tinggal diam lagi,” Misbahul berharap.
Sampai jenazah korban
dikebumikan kemarin siang, belum jelas apa sebab dua pria bersepeda
motor itu mendatangani Juwaini di warung kopi, menyuruhnya berdiri,
kemudian memukulnya. Sebuah sumber menduga, kasus itu ada kaitan dengan
diturunkannya bendera PA di kawasan itu beberapa jam sebelumnya. | Sumber Serambi
Pertanian Organik dan Pertanian Tidak Organik, Apa Bedanya
Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 01.28
Bahan makanan organik sedang populer di
masyarakat kita. Tak heran banyak tanaman organik yang dijual di pasar
atau supermarket. Sebenarnya, pertanian organik merupakan cara menanam
tumbuhan tanpa menggunakan bahan kimia sehingga tidak merusak kesehatan
manusia.
"Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,
lingkungan tidak tercemar, melestarikan keanekaragaman hayati, dan
mengurangi erosi akibat pengolahan tanah. Organik itu lebih sehat dan
sistem tanamnya berbeda dengan pertanian biasa," kata Tutor Mobil Hijau
Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Fidryaningsih
Fiona, ditulis Selasa 28/1/2014).
Begini perbedaan sistem penanaman organik dan biasa menurut Fidry yang juga lulusan pendidikan perkebunan dan kehutanan.
1. Persiapan benih
Benih organik berasal dari tanaman alami kalau pertanian biasa benihnya dari hasil persilangan atau rekayasa genetik.
2. Pengolahan Tanah
Karena
memakai traktor mesin, tanah pada pertanian biasa menjadi padat dan
akibatnya organisme tanah mati. Sedangkan pada pertanian organik
pengolahan tanah diminimalkan dengan membiarkan organime tanah tetap
hidup sehingga memperkecil risiko kerusakan tanah.
3. Persemaian atau Persiapan Bibit
Organik dibuat secara alami sementra pertanian biasa dilakukan dengan menyiapkan bibit dan pupuk dari bahan kimia sintetik.
4. Penanaman
Pada
pertanian biasa, tanaman hanya sejenis dan tidak ada kombinasi,
sementara para pertanian organik ada bermacam jenis tanaman dan ada
kombinasi tanaman pendamping serta penataan tanaman.
5. Pengairan
Organik menggunakan air bersih bebas dari bahan kimia, pertanian biasa menggunakan sumber air dari mana saja.
6. Pemupukan
Pertanian biasa menggunakan pupuk kimia sedangkan organik menggunakan pupuk kandang.
7. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian biasa menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya sedangkan organik menggunakan pertimbangan alam.
8. Panen
Hasil panen organik bersih dan sehat untuk dikonsumsi sementara hasil panen pertanian biasa biasanya sudah tercemar zat kimia.
Kisah Tikus
Written By Unknown on Selasa, 28 Januari 2014 | 10.10
tersebut dengan lahapnya.
Pada saat itu seekor anjing datang masuk ke rumah petani itu. Si tikus dengan muka yang ramah dan dengan suara yang rendah berkata kepada sang anjing:
"Bang,
makanan ini rasanya lezat sekali, mari kita
sama-sama berbagi dan menikmatinya."
Anjing itu dengan mata melotot memandang si tikus sejenak, kemudian dengan sekali
sergap ia berhasil menjinakkan dan mencekik si tikus di lantai, sambil memaki-
maki: "Kamu rupanya sudah bosan dengan hidup ini." Si tikus coba meronta-ronta sambil
mengeluh: "Bang, mencuri sedikit makanan kan bukan masalah besar, Abang mengambil
sikap semacam ini jelas sekali sedang mencari-cari urusan."
Mendengar perkataan ini anjing itu dengan senyum kecut berkata: "O, begitu? Coba
kamu periksa sekali lagi dengan teliti, yang sedang kamu makan itu apa?"
Sejenak kemudian kedua mata si tikus tiba- tiba terbelalak, dua kata "Pakan Anjing"
terpampang jelas di kantong makanan, maka itu ia pun kontan merasa kecewa dan putus
asa.
Jual Padi Organik
Penjualan hasil panen padi organik para petani di Desa Sukorejo,
Kecamatan Sambirejo, Sragen belum terorganisir. Akibatnya, harga padi
organik tak bisa stabil tinggi.
Jika musim panen, mereka harus siap bersaing dengan hasil panen padi non-organik yang dijual dengan harga lebih rendah.
Ketua
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukorejo, Suryanto, akhir pekan
kemarin mengatakan di desanya sudah ada beberapa pengusaha besar yang
menjalin kerja sama dengan para petani dalam bentuk jual beli padi
organik. Namun, tak semua petani mau menjalin kerja sama dengan para
pengusaha tersebut dan memilih menjual padi kepada para tengkulak yang
sudah standby di desa mereka saat musim panen.
Pasalnya,
perusahaan besar biasanya hanya mau membeli padi jenis tertentu.
Sementara, meskipun dibeli dengan harga lebih rendah, tengkulak mau
menampung semua jenis padi.
Pemasaran padi
Pemasaran merupakan fungsi bisnis yang mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi sekarang dan mengukur seberapa besar pasar yang akan dilayani, menentukan pasar sasaran mana yang paling baik dilayani oleh organisasi, dan menentukan berbagai produk, jasa dan program yang tepat untuk melayani pasar tersebut.
Setiap perusahaan memerlukan suatu strategi pemasaran yang tepat dan efektif dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Didalamnya tercantum keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan. Strategi pemasaran baru dapat diterapkan bila seluruh komponen atau variabel penunjangnya telah ditentukan, yaitu menentukan produk yang akan dipasarkan, menetapkan harga produk tersebut, melakukan promosi dan menetapkan saluran distribusi yang akan digunakan.
Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis mengkhususkan pembahasannya pada strategi pemasaran yang dilakukan oleh Produsen Benih Padi PP. Kerja berdasarkan bauran pemasaran, dengan mengambil judul “Strategi Pemasaran Benih Padi pada Produsen Benih Padi PP. Kerja di Karangduren, Sawit, Boyolali”.
Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang strategi pemasaran yang dilakukan oleh PP. Kerja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara langsung dan melalui studi pustaka. Dalam penulisan ini menggunakan data kualitatif dengan analisa deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang digunakan oleh Produsen Benih Padi PP. Kerja adalah :
1. Selalu membina hubungan yang baik antara pemasok, produsen, pedagang, petani, pemerintah dan unsur-unsur lain.
2. Memberikan hasil terbaik melalui pelayanan terbaik.
3. Mempertahankan dan meningkatkan citra perusahaan dengan cara memproduksi benih-benih yang berkualitas baik.
Selain strategi tersebut, dalam memasarkan benih, Produsen Benih Padi PP. Kerja juga menerapkan strategi dengan mengembangkan strategi bauran pemasaran.
Menurut Produsen Benih Padi PP. Kerja, strategi-strategi yang telah dilakukan sangat berpengaruh terhadap volume penjualan dan dengan strategi-strategi tersebut telah berhasil meningkatkan volume penjualan tiap tahunnya.
Meupadee
Dalam bersawah (meupadé), juga terdapat sejumlah ketentuan demi keberlangsungan kenyaman dan keamanan bercocok tanam. Hal ini seperti hanjeut teumeubang watèe padé mirah. Maksudnya
adalah tidak boleh memotong kayu saat padi hendak dipanen. Kalau ini
dilanggar, dipercaya akan mendatangkan hama wereng (geusong). Demi menghindari sawah sekitar ikut imbas hama wereng, bagi si pelanggar ketentuan itu dikenakan denda oleh keujruen blang.
Ada pula larangan ceumeucah lam ujeuen tunjai, yaitu menebang semak belukar (bukan pohon). Juga hanjeut ceumeucah watèe rôh padé (padi akan berisi). Jika hal ini dilanggar dipercaya akan mendatangkan hama belalang (daruet) yang berakibat gagal panen. Masih saat rôh padé, juga
dilarang membawa daun nipah secara terbuka—diketahui bahwa orang-orang
tua di Aceh suka rokok linting dari daun nipah—atau akan terkena
penyakit putéh padé sehingga padi di sawah tidak berisi.
Tata cara turun ke sawah dalam masyarakat adat Aceh sebaiknya disesuaikan dengan hadih maja keunong
siblah tabue jareueng/ keunong sikureueng tabu beurata/ keunong tujôh
padé lam umong/ keunong limong padé ka dara/ keunong tiga padé ka rhôh,
keunong satoh padé ka tuha ‘kena sebelas tabur yang jarang/ kena
sembilan tabur yang rata/ kena tujuh padi dalam sawah/ kena lima padi
sudah gadis/ kena tiga padi sudah berisi/ kena satu padi sudah tua’.
Cara bertanam atau turun ke sawah berdasrkan konsep keuneunong
ini sudah lama berlangsung di Aceh. Penghitungan keuneunong digunakan
dengan cara menggunakan angka 25 sebagai angka utama, lalu dikurangi
dengan angka bulan Masehi dan dikali dua. Misalnya, bulan ini (Oktober) keuneunong yang cocok adalah 5, yaitu berdasarkan 25 – (10 x 2) sama dengan 25 – 20 dan hasilnya adalah 5 (lima).
Setelah melihat keuneunong yang juga dicocokkan dengan peredaran bintang, dilakukan musyawarah gampông “kapan” turun ke sawah. Duek pakat (musyawarah) ini biasanya dilakukan oleh gampông, mukim, keujruen blang, demi mencocokkan dengan penghitungan yang sudah dilakukan oleh keujruen chik. Setelah kesepakatan dicapai, diumumkanlah kepada warga saat yang tepat turun ke sawah. Demikian arifnya adat meublang di
gampông-gampông dalam wilayah Aceh secara umum. Terkait hasil panen pun
memiliki aturan-aturan tersendiri. Jikapun terjadi sengketa, selalu
diselesaikan secara adat dengan musyawarah-musyawarah gampông. Maka,
keamanan dan ketenteraman dengan gampông tak lagi diragukan. Lantas,
mitos atau kearifankah adat meublang di Aceh?
Seulangkot Tuloe Seluruh dunia
Orang-orangan sawah terdapat hampir di seluruh peradaban agraris di
dunia. Akan tetapi bentuk dan spesifikasinya berbeda-beda sesuai dengan
kultur kebudayaan masing-masing.
Nama-nama sebutan bagi orang-orangan
sawah diseluruh dunia antara lain; memedi manuk (Jawa), beubeugig
(Sunda), kakashi (Jepang), nuffara (Malta), epouvantail (Prancis),
spaventapasseri (Italia), espantalho (Portugal), espantapájaros
(Spanyol), scarecrow (Inggris), dll.
Langganan:
Postingan (Atom)